Workforce & Operations EcosystemPowered by PT Argenta Danika Pradhana
TALENT ACQUISITION
Recruitment

Workforce yang Baik Dimulai dari Orang yang Tepat

Recruitment adalah titik awal employee lifecycle. Untuk employer yang membutuhkan banyak tenaga kerja, proses sourcing, screening, assessment, dan komunikasi kandidat perlu dibuat lebih efisien.

SOURCE
SourcingTemukan kandidat
SCREEN
ScreeningFilter lebih cepat
ASSESS
AssessmentData pendukung
HIRE
HandoffMasuk workforce
Problem map

Masalah yang Perlu Diselesaikan Terlebih Dahulu

Teknologi hanya berguna jika memperbaiki workflow yang nyata. Mulai dari friction yang paling sering mengurangi visibility, SLA, atau waktu supervisor.

01

Sourcing Terfragmentasi

Candidate datang dari banyak channel dengan kualitas informasi berbeda.

02

Screening Manual

HR perlu memilah kandidat satu per satu.

03

Blue-Collar Hiring

Volume kandidat dapat tinggi sementara waktu rekrutmen terbatas.

04

Handoff ke Operasional

Setelah hired, kandidat memasuki lifecycle workforce perusahaan.

Operational control loop

Dari Aktivitas Lapangan Menjadi Visibility Manajemen

Workflow yang baik tidak berhenti saat data dikumpulkan. Data harus memiliki konteks, struktur, dan jalur review yang jelas.

1

Attract

Publikasikan lowongan dan arahkan kandidat yang relevan.

2

Screen

Gunakan profil, skill, lokasi, dan assessment sebagai data pendukung.

3

Select

Kelola shortlist, interview, talent pool, dan keputusan hiring.

4

Onboard

Hubungkan proses hiring dengan kebutuhan attendance dan workforce setelah kandidat masuk.

Recommended solution stack

Pilih Solusi Berdasarkan Workflow, Bukan Sekadar Fitur

BossQue tidak memaksa perusahaan menggunakan seluruh ecosystem. Mulai dari primary solution, lalu tambahkan supporting layer hanya ketika memang diperlukan.

Decision guide

Apakah Pendekatan Ini Relevan untuk Operasional Anda?

Cocok dipertimbangkan jika…

✓Employer merekrut banyak tenaga kerja operasional atau blue-collar.
✓Screening dan komunikasi kandidat masih sangat manual.
✓Perusahaan membutuhkan talent pool untuk kebutuhan berikutnya.
✓Recruitment perlu dihubungkan secara konseptual dengan employee lifecycle.

Perlu diperhatikan…

!Automation tidak menggantikan keputusan akhir recruiter.
!Assessment harus digunakan sebagai data pendukung, bukan satu-satunya dasar keputusan.
!Pastikan kandidat memahami penggunaan data dan tahapan proses recruitment.
Implementation path

Mulai Kecil, Validasi, Baru Scale

Implementasi yang baik tidak harus besar di hari pertama. Gunakan satu workflow untuk membuktikan value sebelum memperluas cakupan.

01

Definisikan hiring need

Role, lokasi, shift, skill, dan jumlah kebutuhan.

02

Standarkan funnel

Atur screening, assessment, interview, dan status kandidat.

03

Build talent pool

Simpan kandidat potensial untuk kebutuhan berikutnya secara terstruktur.

Next step

Kurangi Friksi dari Lowongan hingga Kandidat Siap Diproses

Mulai dari role yang paling sering direkrut dan proses screening yang paling memakan waktu. Dari sana, bangun funnel yang lebih rapi.

✆ Konsultasi BossQue